Fish

Rabu, 06 Juni 2012


GALAU.......SIAPA TAKUT !
A.    EKSISTENSI GALAU
Dikalangan sebagian anak muda “galau” menjadi kata yang paling sering diungkapkan, setidaknya ketika mereka merasa ada kegundahan dalam hatinya ataupun sekedar ungkapan tanpa makna sebagai pelengkap perbincangan diantara mereka. Bahkan dalam satu acara televisi kita menemukan acara yang mengekspose “kegalaluan” para pemuda-pemudi sebagai komoditi penjualan acaranya. Fenomena fungsionalisasi bahasa ini, hendaknya dipahami sebagai khazanah kekayaan bahasa kita, tidak malah menjadikan diri kita sebagai bangsa, masyarakat ataupun pribadi menjadi pribadi-pribadi yang suka mengeluh, ataupun menjadikan orang lain mengeluh dengan penyebutan kata-kata tersebut.
Dalam satu sudut pandangan pemuda ataupun pemudi kita, galau diidentikkan dengan masalah cinta, karena diputus pacar atau apalah itu, maka tidaklah mengherankan jika kita mendengar ungkapan “aku lagi galau” dari seorang pemuda dengan raut wajah suram dan pilu. Selain karena cinta, seseorang juga bisa galau karena  beberapa hal, mualai dari galau sebab teman, galau di ujian, hingga galau skipsi, tesis ataupun tugas akhir. Setidaknya ada tiga macam ke”galau”an :
1)      Galau Finansial
Galau karena masalah ini biasanya terjadi pada masa akhir menjelang datangnya kiriman dari orang tua (bagi anak kos) ataupun pada tanggal-tanggal tua ketika uang gajian mulai menipi. Galau tersebut biasanya ditandai dengan banyaknya uang koin dibanding uang kertas di dalam dompet atau di dalam saku, dan biasanya bertambah utang.
2)      Galau Akademis
Galau karena akademis ini biasanya menyerang seseorang saat menjelang atau setelah ujian, tapi ada juga yang galau karena jadwal kuliah yang padat atau tugas yang menumpuk tiap minggunya.
3)      Galau Cinta
Galau ini adalah "the origin of galau" atau disebut-sebut sebagai awal munculnya istilah galau. penyebab galau jelas masalah percintaan, sama seperti yang sudah saya utarakan di atas, galau ini terjadi biasanya karena putus dari pacarnya, ada masalah dengan pacarnya, ditolak cewek ataupun tidak diterima cinta oleh orang yang disukainya.
Dalam sudut kemanusiaan, galau merupakan hal yang dapat dimaklumi sebagai manusia dengan segala kelebihan dan kekuranganya. Apalagi galau dapat dikatakan sebagai perasaan individu yang tidak dapat diketahui, dirasakan ataupun dirubah oleh orang lain. Namun hendaknya pengungkapan kata galau diungkapkan pada waktu, tempat dan keadaan yang tepat. Karena bahasa merupakan penyambung dan pemaham diri kita dengan orang lain. Bahasa sebagai pengantar diri kita tidak dapat kita pandang remeh, orang lain akan tahu siapa kita, kapasitas apa yang kita miliki, bahkan bagaimana kepribadian kita dapat terlihat melalui bahasa yang kita gunakan dalam kesharian. Maka, penggunaan yang tepat kata galau adalah hal yang dapat memaklumi kita sebagai manusia yang punya rasa gundah, kacau pikiran, perasaan ataupun karena urusan yang mengunung.
Pada dasarnya, manusia adalah sesosok makhluk yang paling sering dilanda kecemasan. Ketika seseorang dihadapkan pada suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau tidak siap dalam menghadapinya, tentu jiwa dan pikirannya akan menjadi guncang dan hal tersebut sudahlah menjadi fitrah bagi setiap insan. Jangankan kita sebagai manusia biasa Rasululluh pun pernah merasakan kesedihan dan kegundahan pada masa 10 tahun kenabian. Pada waktu yang masyhur dengan 'amul huzni(tahun duka cita) itu, beliau ditinggal wafat oleh pamannya, Abu Thalib, kemudian dua bulan disusul dengan wafatnya istri yang sangat ia sayangi, Khadijah bintu Khuwailid. Sahabat Abu Bakar, ketika sedang perjalanan hijrah bersama Rasulullah pun di saat berada di dalam gua Tsur merasa sangat cemas dan khawatir dari kejaran kaum musyrikin dalam perburuan mereka terhadap Rasulullah. Hingga turunlah surat At-Taubah ayat 40 yang menjadi penenang mereka berdua dari rasa kegalauan dan kesedihan yang berada pada jiwa dan pikiran mereka.

B.     TANDA-TANDA KEGALAUAN
Galau Kata yang menggambarkan suasana hati seseorang yang sedang kacau, bingung, resah, gelisah dan sedih. Merasa ada sesuatu yang ingin diutarakan namun belum tersampaikan, atau sesuatu yang ingin dilakukan namun belum terealisasikan.Apapun definisinya? Galau adalah sebuah penyikapan yang dilakukan oleh seseorang atas masalah yang menimpanya. Setiap orang memiliki masalah dengan penilaian yang berbeda, perbedaan itu telah sedemikian sempurna sampai mustahil Allah memberikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh hambanya. Allah menguji kita sesuai tingkat keimanan kita kepada-Nya. " Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. "(QS Al-Baqarah: 155)
Pada ranah psikologi kegalauan seseorang memiliki tanda-tanda sebagai berikut:
1.      Resa dan megeluh, Inti dari status di  social media  adalah keluhan pribadinya tentang kehidupannyasehari-hari, biasanya dipengaruhi oleh  mood  yang sedang buruk.
2.      Self-Centered
Semua pembicaraannya lebih banyak tentang dia, dia dan dia. Memuji diri sendiri yang berlebihan.
3.      Membiarkan masalah pribadi diumbar ke publik yang seperti ini lama-lama bikin  ill feel  dan risih celaka kalau sampai menyebut nama
4.      Membuat banyak status dalam waktu singkat, Saking aktifnya di dunia maya, dia bisa  update  status dalam hitungan menit untuk menunjukkan betapa eksisnya dia dan betapa dia butuh teman curhat.
5.      Aktif di banyak social media
ini saja tidak cukup, dia akan membuat akun di Twitter, Plurk, Yahoo atau sejenisnya, pokoknya yang bisa buat  update  status untuk mengabarkan ke dunia tentang perasaannya. Biar ga repot, biasanya dia menggunakan sistem feed  dimana cukup  update  status dari satu  social media  dan secara otomatis akan terkirim ke beberapa akun  social media .
Berbagai cara dilakukan untuk menyelesaikan masalah atau kegalauan yang menimpa seseorang. Sebagaian besar memanfaatkan jejaring sosial sebagai media mempublikasikan kegalauannya. Mayoritas orang yang galau suka melebih-lebihkan masalah yang menimpanya. Hal yang mereka lakukan ini adalah bukti bahwa mereka adalah orang yang tak mampu menerima ujian yang menimpanya. Penyikapan seseorang atas masalah yang menimpanya menunjukkan tingkat pemahaman mereka terhadap masalah itu sendiri. Kepunyaan Allahlah apa yang ada di langit dan di bumi. Apabila kamu menampakkan atau menyembunyikan apa yang ada pada dirimu, maka Allah akan memperhitungkan kamu lantaran perbuatan itu. Lalu Dia mengampuni orang yang dikehendaki-Nya dan mengazab orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu "(QS Al Baqarah: 284) Penggalau adalah sedikit orang yang tak mampu menyalurkan resah mereka dengan cara yang benar, padahal cukuplah Allah bagi kita, tidak ada Tuhan selain diriNya. Hanya kepadaNya kita bertawakkal .. "
Status berisi keluhan, kegalauan, kekhawatiran kadang ditulis dengan berlebihan, padahal mengeluh tidak menyelesaikan masalah yang menimpanya. Galau tidak memberikan solusi atas masalah seseorang.Galau hanya menambah beban bagi pelakunya. Kegalauan seseorang menunjukkan bahwa ia tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri, padahal Allah telah berjanji bahwa Allah SWT tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
Penggalau adalah orang yang tak mampu menemukan solusi yang hakiki.Mereka menemukan solusi di tempat yang mungkin memberikan solusi.Padahal sudah jelas bahwa sabar dan shalat adalah sebaik-baik cara untuk mendapatkan solusi yang hakiki. " Dan mintalah pertolongan kepada Allah dengan Sabar dan Sholat dan sesungguhnya Sholat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk "(QS Al Baqarah: 45) Allah SWT adalah Rabb yang Maha Baik, maka apapun yang Dia tetapkan adalah kebaikan. Penggalau tak mampu memahami bahwa semua yang Allah tetapkan kepada makhluk-Nya adalah baik. Bisa jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.Orang yang galau adalah orang yang tak mampu mengetahui hakikat dari tes yang menimpa dirinya padahal sungguh tidak suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan tidak pula pada diri kita melainkan telah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfuzh sebelum Allah SWT menciptakan kita. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
Orang-orang yang galau adalah orang yang belum mampu bersyukur, padahal sesungguhnya tes dan cobaan, susah dan senang, gagal dan sukses semua adalah nikmat yang patut kita syukuri. Nikmat karena sungguh ada hikmah bagi orang-orang yang berpikir. Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusan adalah kebaikan baginya, dan hal ini tidak diberikan kepada seorangpun kecuali orang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan ia bersyukur dan itu adalah baik baginya, dan jika ditimpa bencana maka ia selalu bersabar dan itu adalah baik baginya. Kesenangan, kesuksesan dan kenikmatan mengajarkan kita bagaimana bersyukur dan lebih memacu dalam berbuat kebaikan sehingga Allah pun menambahkan nikmat-Nya lebih banyak lagi.Sedangkan tes, cobaan, kesulitan dan kegagalan akan membuat kita lebih berhati-hati dan merupakan sebuah peringatan dari Allah SWT agar tidak larut dalam kemaksiatan.
Penggalau adalah orang yang tak mampu memahami bahwa masalah yang menimpanya adalah tes yang dapat meningkatkan derajatnya disisi Allah. Bagai seseorang yang akan naik kelas maka pasti akan diuji terlebih dahulu, jika ia mampu menyelesaikan tes itu ia akan lulus, namun jika gagal maka ia akan tetap pada kelasnya. Begitupun tes dalam kehidupan ini, berat dan ringannya tes di sesuaikan dengan posisinya dihadapan Allah. Para nabi adalah orang yang paling banyak mendapat ujian. Seseorang diuji berdasar tingkat ketaatannya kepada Allah SWT. Jika ia adalah orang yang kuat agamanya, maka kuat pula tes baginya. Bagai sebuah permisalan semakin tinggi pohon semakin besar angin yang menerpanya.
Orang yang sedang galau adalah orang yang tak mampu bersabar atas ujian dari Allah SWT. Merasa diri mereka sebagai orang yang paling menderita, mengumbar seakan-akan lemah tak berdaya. Padahal sesungguhnya musibah dan masalah adalah sarana untuk melatih kesabaran. Kita tidak akan dapat bertahan dalam sebuah kebaikan kecuali dengan bersabar. Kita tidak dapat menaati Allah SWT dan menjauhi kebatilan kecuali dengan sabar. Surga adalah hadiah tertinggi untuk orang-orang yang sabar dalam ujian. mAllah berfirman "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. "(QS - ArRa'd 28)
Selain itu efek yang bisa ditimbulkan karena galau dapat dirinci sebagai berikut
1.      Berubahnya selera musik, yang biasanya mendengarkan musik rock kemudian berpindah ke ST12, wali, armada, atau sejenis
2.      Berubahnya selera makan atau bahkan hilangnya nafsu makan tersebut
3.      Sering bengong dimanapun
4.      Sering curcol (cari teman gaul), dapat dengan tiba-tiba muncul di kosan siapa saja tanpa pemberitahuan sebelumnya
5.      Suka melakukan hal-hal yang absurd (diluar kebiasaan), seperti berjoget-joget dan tiba-tiba bernyanyi dengan suara keras

C.     OBAT KEGALAUAN
Adakalanya, seseorang berada pada saat-saat yang menyenangkan, tetapi, ada pula kita akan berada pada posisi yang tidak kita harapkan. Semua itu sudah menjdai takdir yang telah Allah Ta'ala tetapkan untuk makhluk-makhluk Nya. Tetapi, Allah Ta'ala juga telah memberikan solusi-solusi kepada manusia tentang bagaimana cara mengatasi rasa galau atau rasa sedih yang sedang menghampiri jiwa. Karena dengan stabilnya jiwa, tentu setiap orang akan mampu bergerak dalam hal-hal positif, sehingga dapat membuat langkah-langkahnya menjadi lebih bermanfaat, terutama bagi dirinya lalu untuk orang lain. Berikut ini adalah kunci dalam mengatasi rasa galau;
1.      Sabar
Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya. Allah Ta'ala berfirman, "Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar" (Qs. Al-Baqarah 153). Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi.
2.      Adukanlah semua itu kepada Allah
Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan menemukan sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari: "Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan" (QS. Al Fatihah 5). Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita. Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu tes tersebut kepada Allah Ta'ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi semua makhluk.
3.      Positive thinking
Positive thinking atau berpikir positif, hal tersebut sangatlah membantu manusia dalam mengatasi rasa galau yang sedang menghinggapinya. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesulitan dan beban yang ada di dalam diri menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang kesusahan-kesusahan yang dihadapi, pastilah memiliki jalan yang lebih baik yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta'ala. Sebagaimana firman-Nya; "Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan " (Qs Al-Insyirah 5-6).
4.      Dzikrullah (Mengingat Allah)
Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta'ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadi nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa pelan-pelan dihilangkan. Dan sudah merupakan janji Allah Ta'ala, untuk siapa saja yang mengingatnya, maka didalam hatinya pastilah terisi dengan ketentraman-ketentraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya. Sebagaimana firman-Nya: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram " (Qs Ar-Ra'du 28). Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang di mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau, dan darurat semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya. Tentunya, setelah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta'ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, dan mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita.
PENUTUP
Galau merupakan hal yang wajar bagi diri seorang manusia dengan keterbatasaan kemampuan yang mereka miliki, namun hendaknya rasa tersebut dapat diminimalisir  bahakan jika bisa dihilangkan dalam kehidupan. Bukankah kita mempunyai Tuhan yang selalu bersama kita apapun keadaan kita. Sejatinya kegalaluan merupakan rasa yang kita ciptakan sendiri karena ketertutupan kita akan sifat-sifat ketuhanan. Inti dari rasa galau ada pada hati dan mainshhet pikiran kita sendiri.
Seperti halnya senang dan susah, bahagia dan sengsara, cinta dan benci, galau adalah rasa yang timbul dari diri kita sendiri karena kebodohan diri kita, maka yang dapat menghilangkanya adalah diri kita dengan iman pada Tuhan pencipta alam. Namun sudah menjadi sifat hakiki manusia suka resah, gundah dan sedih atas apa yang mereka hadapi. Manajemen kegalauanlah yang harus kita kelola dengan sebaik-baiknya sehingga tidak menghinakan diri kita sendiri dihadapan manusia bahkan samapai menghilangakan keimanan kita terhadap tuahan yang menciptakan semuanya.